Archive for Julai 2008

Esma ul Husna

Julai 27, 2008

Pasrah Segalanya

Julai 27, 2008
P

Pernah hati ini terguris,
Dengan fitnah dan tohmahan menghiris,
Sehingga terasa diri ini hina,
Kerna tiada siapa yang sudi membela..
Kutabahkan hatiku harungi hidup,
Biarpun tiada siapa yang menemani,
Keseorangan aku di lautan sepi,
Ditinggalkan mereka yang aku percayai..
Namun ku tahu ada hikmahnya,
Setiap segala yang menimpa diri,
Kuserahkan segala padaMu Tuhan,
Yang berkuasa jua mencipta,
Kerana engkau Maha Mengetahui,
Segala apa yang terbuku di hati..
Ya Allah tidakku terdaya lagi,
Menahan dugaan yang mencabar ini,
Terasa bagai noktah telah kutemui,
Mengakhiri segala yang telah aku mulai..
Ya Allah engkau lindungilah aku,
Bekalkanlah daku dengan limpahan iman,
Agar tabahku menghadapi dugaan,
Agar tidakku berhenti di pertengahan..
Kini di sini aku berdiri,
Bersama harapan yang tulus suci,
Agar terbitlah kembali menteri pagi,
Setelah malamku berkalut benci 

KISAH IMAM YANG EMPAT

Julai 26, 2008

Imam Ahmad Bin Hambal Dicambuk Dan Dipenjarakan (more…)

Jauh di sudut hatiku

Julai 26, 2008

Sayang
Kubawa jauh rinduku
Kerna aku telah tahu
Kau bukan milikku

Sayang
Sesunguhnya bukan mudah
Menjalani hidup ini
Tanpa kau di sisi

Jauh disudut hati
Aku masih bermimpi
Mimpi yang indah
Esok kau kembali

Jauh di sudut hati
Ada waktu-waktunya
Aku berdoa
Kau pulang semula

Sayang
Biar ku mengingatimu
Biar kugantung harapan
Hingga sampai waktu
Nafas terakhirku

 

 

Pelangi

Julai 26, 2008

Kumeniti awan yang kelabu
Kutempuhi lorong yang berliku
Mencari sinar yang menerangi
Kegelapanku

Kupercaya pasti suatu masa
Sang suria kan menyinar jua
Membawa harapan yang menggunung
Bersamanya…

Engkau tiba bagaikan pelangi
Tak bercahya namun kau berseri
Tapi cukup menghiburkan
Hati ini

Seharian waktu bersamamu
Tak terasa saat yang berlalu
Bagai pelangi petang kau kan pasti
Pergi jua…

Mutiara yang hilang

Julai 25, 2008

Tinggi nilai mutiara dek terbenam di dasar lautan
mentari pun kubiar bersembunyi di sebalik awan
pelangi pun tiada seusai menyusul deras titisan hujan 
cuma kelam malap percikan cahaya rembulan 

Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan saja mengatakan “Kami beriman”, sedangkan tidak diuji?  Dan sesungguhnya Kami menguji orang2 sebelum mereka, sesungguhnya Tuhan mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang berdusta [Al-Ankabut:2-3]

Beruzlahlah mentari merah ke langit atas
manfaatkan setiap nafas
moga terhindar terus
dari yg menyebabkan hati menjadi keras

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu, Tuhan mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui [Al-Baqarah:216]

Mudah2an dapat menjaga harga diri
dari hal2 yang rendah dan hina
hiduplah dalam batasan hari yang sedang kau lalui
cukup-cukuplah yang kau tangisi
tak hilang mentari pun kuketahui manfaatnya

Tuhan tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya [Al-Baqarah:286]

Beruzlah mujaheedku jika itu kau perlukan
Kembalimu kelak moga membangun
biara kewibawaan
dengan jiwa besar dihiasi kemuliaan

Jangankah kamu bersikap lemah, dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi darjatnya, sekiranya kamu orang-orang beriman [Ali-Imran:139]

Wahai orang-orang beriman! Bersabarlah kamu menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara2 yang berkebajikan dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh di medan perjuangan dan bersedialah dengan kekuatan pertahanan di daerah2 sempadan serta bertakwalah kamu kepada Tuhan supaya kamu berjaya mencapai kemenangan. [Ali-Imran:200]

Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan sabar dan mengerjakan solat dan solat itu amatlah berat kecuali kepada orang2 yang khusyuk [Al-Baqarah:45]

Sesungguhnya Tuhan membeli daripada orang mukmin diri dan harta mereka dan memberikan syurga bagi mereka [At-Taubah: 129]

Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat serta pertolongan Allah.  Sesungguhnya tidak berputus asa daripada rahmat dan pertolongan Tuhan itu melainkan kaum yang kafir [Yusuf:87]

Doa Bila Sedih dan Doa Agar Bertemu Orang Yang Ikhlas

Julai 25, 2008

Doa ketika sedih, tatkala terasa segala isi dunia menghimpit ruang keberadaan kita di alam nyata penuh fatamorgana ini 😦

Maksudnya:

Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak kepada hambaMu, anak kepada hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tanganMu, terlaksana ke atasku hukumanMu dan adil kehakimanMu terhadapku, aku memohon kepadaMu dengan setiap nama yang Engkau namakan dengannya diriMu, atau Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau Engkau telah mengajarnya kepada seseorang daripada makhlukMu atau yang tersembunyi pada ilmu ghaib di sisiMu, jadikanlah Al-Quran penenang hatiku, cahaya di dadaku, penghapus kedukaanku dan penghilang kesusahanku.


Maksudnya:

Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada ditimpa kesusahan dan kedukaan daripada kelemahan dan kemalasan, daripada kedekut dan perasaan takut dan daripada desakan berhutang dan paksaan orang.

Dan bacalah alquran atau sekurang2nya surah asy-syu’ara kerana kata Ustazah Zawiah (AKRAB) dalam halaqah jumaat tadi, amalkan Asy-Syu’ara’:83-85 agar kita senantiasa diketemukan dengan orang-orang yang soleh dan ikhlas. Lepas tu cuba Along tidor dan baca asma’ul husna hingga lena. InsyaAllah bila bangun nanti terasa ketenangan mulai menghiasi jiwa yang sepi. Wallahualam. Sama2 kita lakukannya. Ayat dalam bahasa aslinya mohon dirujuk al-quran kerana tak terjumpa lagi saat ini fail digitalnya.

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang yang soleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai Syurga yang penuh kenikmatan. [Asy-Syu’ara : 83-85]

Menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang selalu diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS. Wallahua’alam fissawab

Tafsir An-Nisa: 79

Julai 24, 2008


Ayat 79
مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Di sini Tuhan menyebut engkau, bukan hanya ditujukan kepada Rasul saja, melainkan kepada diri tiap-tiap orang yang mukallaf. Rasul hanya jadi perantara untuk menyampaikan. Yaitu bahawasanya nikmat dan rahmat Allah cukuplah diberikan kepada manusia di alam ini. Tidak ada yang kurang. Sehingga pada asalnya, semuanya adalah baik. Tuhan tidak memberikan yang buruk. Bahkan telah banyak ayat-ayat yang menerangkan bahwa segala sesuatu di alam ini disediakan untuk manusia. Apalagi manusia diberi akal dan disuruh berusaha. Maka jika manusia gagal, maka itu adalah dari diri manusia itu sendiri. Baik karena kesia-siaan, atau masih belum tahu dan belum berpengalaman. Yang terlebih-lebih wajib dijaga oleh manusia adalah supaya dia mensyukuri nikmat Allah.

Kesalahan yang paling besar ialah kalau tidak mensyukuri nikmat. Jiwamu “terbelakang” walaupun telah berlimpah nikmat Allah kepada kamu, namun oleh karena kamu tidak mengenal apa yang disebut dengan syukur nikmat, kamu akan tetap mengeluh. Oleh karena itu janganlah menimpakan kesalahan kepada orang lain, tetapi selidikilah penyakit yang ada dalam jiwamu sendiri.

Dan kami telah utus kepada manusia seorang rasul.

Maka Rasul itu telah mengajarkan kepada kamu jalan yang baik, cita-cita yang mulia mnegeluarkan kamu dari gelap gulita kepada terang benderang. Selamatlah kamu kalau ajarannya kamu ikuti dan sengsaralah kamu karena tidak menaatinya, bahkan masih meragukan, dan mengeluh.

Dan cukuplah Allah sebagai penyaksi.

Artinya cukuplah Allah yang menjadi saksi, wahai utusanKu! Allah menjadi saksi bahwa amanat itu telah engkau tunaikan dengan baik. Yaitu memimpin manusia menuju jalan yang benar. Malah penderitaan engkau lebih banyak dan engkau teguh hati, pantang mundur sehingga senanglah Allah menyaksikan segala gerak-gerikmu. Dan tuduhan si lemah iman bahwa jika mereka ditimpa kesusahan, adalah sebab kesalahanmu, tidak lain hanyalah karena kebodohan dan kedangkalan berfikir mereka juga adanya.

Sedangkan dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthub menghubungkan ayat 79 an-Nisa’ ini dengan persoalan “qadha’ dan “qadar” atau “jabar” dan “ikhtiyar”. Sesungguhnya Allah telah membuat manhaj (aturan), membuat jalan, menunjukkan kepada kebaikan, dan melarang keburukan. Maka apabila manusia mengikuti manhaj, menempuh jalan ini, berusaha melakukan kebaikan, dan menjauhi keburukan, niscaya Allah akan menolongnya untuk mendapatkan petunjuk sebagaimana firman-Nya:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami …

(al-‘Ankabut : 69).

dipetik buat peringatan bagi diri dan keluargaku dari:
http://mesw.wordpress.com/category/tafsir/

Jika itu bukan untukku semua ini juga bukan untukmu

Julai 24, 2008

Semua yang kucoretkan di sini
hanyalah seungkap rasa
maklumbalas fitrah dan
dari naluriku.

Maafkan aku
jika maklumbalasku membuat dirimu terasa
kebetulan kuterasa amat
tatkala panahanmu
tersasar mencengkam lubuk hatiku.

ya mungkin kebetulan
ia tersasar dari fokus dan tujuanmu
tetapi panahan itu terkena padaku
kerana ia seputar hari, waktu
dan topik yang sedang terfokus 

Segalanya kini
kuserahkan padaNya
apapun bebanku
kuserahkan padaMu
cukuplah Kau bagiku

Dengan namaMu
Ya Rabb, aku berlindung kepada
Tuhan manusia
Raja manusia
Sembahan manusia

Dari kejahatan bisikan syaitan
yang tersembunyi
yang membisikkan kejahatan
ke dalam dada manusia
dari jin dan manusia.

Lagakku walau kini ia bukan pula untukku

Julai 24, 2008

Setitis air mata yang jatuh keribamu
sehiris sembilu menusuk kalbuku
kerana selagi ada kasih pengikat rindu
selepas Sang Pencipta dan utusan Rabbku
kesemuanya kini hanya untukmu

Bawakan rinduku terbang bersama kepusaramu
Kerana aku sendiri dicengkam kerana dosaku
biar ku cuci bersih dahulu
diri ini agar syadid bukan hanya lagakku

Kuterima teguran itu
penuh keinsafan namun kudratku
serasa tiada momentum untuk berdiri lagi
semacam jasad dicengkam bumi
apalagi kudrat untukku berlari

Perihal kemuliaan usah disebut2 lagi
kerana ‘lagak’ itu tidak melayakkan aku
menjadi seorang ibu
biarkan aku mencari diriku

Biar kukembali dari sifar menuju jalanMu
mencari yang jelas putih menuju Rabbku
kerana yang dulu hanya
lagakku sahaja

Apapun usah kau yang merasa beban akan dosaku 
Walau aku tidak layak menghulurkan padamu
Kau masih punya Sang Pencipta Kudus
Kau mujahid pejuang yang ikhlas

Kasihku kan sentiasa bersamamu
dimana dan apa jua keputusanmu
Walau hanya lagak yang ada padaku
kau sentiasa penyejuk hatiku
selamanya mutiara hatiku