Antara Fitnah dan Penafian

Tatkala bebola-bebola kaca hangat membasahi kerudung,
semakin deras kala kubaca penafian dan fitnah,
yang tertulis di atas kanvas kaca,
maka yang tersisa hanyalah perpisahan.

Ketika fitnah disusuli bait-bait kehinaan,
harus tersamarkan dengan ingatan silam,
yang tersisa hanyalah rasa pilu yang menyakitkan.

Tiap saat terasa sakit yang menusuk jauh ke dasaran,
kini tak mampu lagi kulemparkan senyum dalam tangisan,
yang mengharung kesunyian di lubuk panahan rindu,
cukuplah Allah bagiku
karena Dia Sang Maha Tahu
yang Maha Ikhlas lagi Maha Memahami
Cukup bagiku Allah…

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


%d bloggers like this: